Pembahasan Kamus Data Menurut Para Ahli

11/03/2016
Pembuatan kamus data dalam pembuatan tugas akhir biasanya dilakukan setelah merancang diagram alir data (data flow diagram), karena pada dasarnya kamus data merupakan penjabaran dari diagram alir data kedalam bentuk tulisan yang lebih detail, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami diagram alir data yang dibuat.

Pengertian Kamus Data

Pengertian kamus data menurut para ahli secara lengkap
contoh kamus data
Menurut Sutabri (2004:170) “Kamus Data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi”.

Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang berada pada data flow diagram. Arus data yang ada di DFD bersifat global dan hanya menunjukkan nama arus data, sedangkan keterangan lebih lanjut mengenai komponen dari sebuah arus data di DFD dapat dilihat pada kamus data. sehingga, pembuatan data dictionary harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya.

Data dictionary (kamus data) tidak menggunakan notasi grafik sebagaimana halnya data flow diagram. Kamus data berfungsi untuk membantu user agar dapat mengerti aplikasi secara rinci, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara lengkao sehingga pengguna dan penganalisa sistem memiliki dasar pengertian yang sama tentang sistem yang digunakan.

Data dictionary mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:

1.    Menjelaskan arti aliran data sera penyimpanan data dalam DFD (Diagram Alir Data).
2.    Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran, misalnya alamat diuraikan menjadi kecamatan, kota, propinsi, kode pos serta negara.
3.    Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.
4.    Menjelaskan secara detil tentang nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran.
5.    Mendeskripsikan hubungan yang rinci antara data storage yang akan menjadi titik perhatian dalam ERD.

Data dictionary harus dapat menjelaskan seluruh spesifikasi rinci tentang data yang dicatatnya. Untuk maksud keperluan ini, maka data dictionary harus memuat beberapa hal berikut ini:

1.    Nama arus data.


Kamus Data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di data flow diagram, maka nama dari data flow juga harus dicatat didalam data dictionary, sehingga mereka yang membaca DFD serta memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai suatu suatu proses arus data tertentu di data flow diagram dapat langsung mencari penjelasannya dengan mudah didalam kamus data.

2.    Alias.


Alias atan nama lain dari data dapat dituliskan bila suatu data memiliki nama lain. Alias perlu ditulis karena data yang sama memiliki nama yang berbeda untuk user atau departemen satu dengan yang lainnya, misalnnya bagian pembuat faktur dan konsumen menyebut bukti penjualan barang sebagai faktur, sedang bagian gudang atau bagian logistik menyebutnya sebagai slip pemesanan barang atau permohonan persediaan barang. Baik faktur dan slip pemesanan barang ini memiliki struktur data yang sama, tetapi memiliki tampilan berbeda.

3.    Bentuk data.


Bentuk data perlu dicatat didalam data dictionary, karena bisa digunakan untuk mengelompokkan data dalan kegunaannya sewaktu perancangan sistem.

4.    Arus data.


Arus data menunjukkan arah dari mana data mengalir dan menuju ke mana data tersebut. Keterangan arus data juga perlu dicatat di data dictionary agar memudahkan pengguna dalam mencari arus data ini di data flow diagram.

5.    Penjelasan.


Untuk tidak memperjelas lagi tentang maksud dari suatu arus data yang dimuat dibagian data dictionary, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan mengenai arus data tersebut. Sebagai contoh nama dari arus data merupakan tembusan permintaaan persediaan, maka dapat lebih diperjelas sebagai tembusan dari faktur penjualan barang untuk meminta barang dari bagaian logistik.

6.    Periode.


Dalam hal ini, periode menunjukkan waktu terjadinya arus data. Periode perlu dicatat di data dictionary karena bisa digunakan untuk menjelaskan kapan proses input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus dilakukakan dan kapan waktu laporan-laporan harus dihasilkan.

7.    Volume.


Bagian Volume yang perlu dicatat di data dictionary ialah mengenai volume rata-rata dan volume tertinggi pada suatu arus data. Volume rata-rata dapat menunjukkan jumlah rata-rata arus data yang mengalir pada suatu periode tertentu sedangkan volume tertinggi atau volume puncak menunjukkan datang dengan jumlah yang terbanyak, Volume ini digunakan dalam mengidentifikasikan besarnya volume luar yang akan dipergunakan, kapasitas serta jumlah dari alat input yang digunakan, alat pemroses dan alat output suatu sistem.

8.    Struktur data.


Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat pada data dictionary sehingga dapat diketahui elemen yang ada terdiri dari item-item apa saja.

demikian penjelasan singkat mengenai kamus data (data dictionary) semoga tulisan ini dapat bermanfaat dalam pembuatan laporan tugas akhir (TA) atau pun dalam pembuatan laporan Kuliah Kerja Praktik (KKP). jika membutuhkan informasi mengenai penjelasan sistem informasi atau mengenai normalisasi silakkan kunjungi link tersebut.

daftar pustaka:
Sutabri,  Tata.  S.Kom,MM.  (2004). Analisa  Sistem  Informasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: Andi.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.